A boy named Dewa…( I guess - I am in love with him )

June 15th, 2008 by susianti

Jakarta 15 June, 2008 at 11.10 AM

Despite being sad for what’s happened to me lately, I went to local orphanage at Barito Kebayoran Baru. Kids were so adorable. We played a little while. Then, my heart was caught up with little boy named Dewa, and I think I am in love with him.. I am thingking to get him out of there, and do my best for him. At least, I could help if he would be able to see the world again. I haven’t asked the key person yet why he was born blind? was it caused by her mom? hell I don’t know.. but I can tell that Dewa is happy kid.. :-) somehow..

Me_dewa Me_dewa_2

Kita_4

Tentang teman, cinta, dan hidup

June 9th, 2008 by susianti

Cinta Sejati dan Teman Sejati

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur, ketika kita menangis, ketika kita membayangkan, ketika kita berciuman?
Ini karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT.

Kita semua agak aneh… dan hidup sendiri juga agak aneh…
Dan ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya SEJALAN dengan kita.
Kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan CINTA.

Ada hal - hal yang tidak ingin kita lepaskan…
Orang - orang yang tidak ingin kita tinggalkan…
Tapi ingatlah… melepaskan BUKAN akhir dari dunia, melainkan awal suatu kehidupan baru.
Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti, mereka yang telah mencari, dan mereka yang tela mencoba.
Karena MEREKALAH yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.

CINTA yang AGUNG adalah…
Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan MASIH peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan setia.
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu MASIH bisa tersenyum sambil berkata ‘Aku turut berbahagia untukmu’

Apabila cinta tidak berhasil… BEBASKAN dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas LAGI…
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya…
Tapi, ketika cinta itu mati… kamu TIDAK perlu mati bersamanya…
Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang, MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh.
Entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar tentang dirimu sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada.
HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan - pilihan kehidupan yang telah kau buat.

TEMAN SEJATI…
Mengerti ketika kamu berkata ‘Aku lupa’
Menunggu selamanya ketika kamu berkata ‘Tunggu sebentar’
Tetap tinggal ketika kamu berkata ‘Tinggalkan aku sendiri’
Membuka pintu meski kamu BELUM mengetuk dan berkata ‘Bolehkah saya masuk?’

MENCINTAI…
BUKANlah bagaimana kamu melupakan, melainkan bagaimana kamu memaafkan.
MEMAAFKAN…
BUKANlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu mengerti.
MENGERTI…
BUKANlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu rasakan.

Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati, dibandingkan menangis tersedu – sedu.
Air mata yang keluar dapat dihapus, sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang.

Dalam urusan cinta, kita SANGAT JARANG menang.
Tapi ketika CINTA itu TULUS, meskipun kalah, kamu TETAP MENANG hanya karena kamu berbahagia dapat mencintai seseorang LEBIH dari kamu mencintai dirimu sendiri.

Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang. BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita MELAINKAN karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

Apabila kamu benar - benar mencintai seseorang, jangan lepaskan dia.
Jangan percaya bahwa melepaskan SELALU berarti kamu benar - benar mencintai MELAINKAN… BERJUANGLAH demi cintamu.
Itulah CINTA SEJATI

Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan DARIPADA berjalan bersama orang ‘yang tersedia’.
Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai DARIPADA orang yang berada di sekelilingmu.
Lebih baik menunggu orang yang tepat kerena hidup ini terlalu singkat untuk dibuang dengan hanya dengan ’seseorang’.

Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang PALING menyakiti hatimu dan kadang kala, teman yang membawamu ke dalam pelukannya dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari.

And now find U’r Love … … …

New days..New life..New Hopes..

June 7th, 2008 by susianti

Time is clicking quickly. I wish it applies on me too since I need to get rid of my thursday blue into something beautiful. I have never been so powerless and is treated less human but now. I know, it is kind of unbearable pain but I got to deal with it. It’s my decision. I need some space to amend my broken life - placing back the puzzle so that the picture is easily to be seen.

It’s cliche though! but what can I say? I am abandoned by choice, beaten by situation and what elses? Hell I don’t know..

I know that I am gonna struggle to get rid of this horrible pictures out of my head, my feeling, and yet my life.

I am indeed believe that when I am down to nothing - GOD is up to something. There is something better out there.. I won’t have this if I would not be able to bear it.

What I need right now is that I could hang on something, saving me from this shit again..

Jakarta 7 June, 2008

I wish you all the best.. in every single thing..

“say”

June 3rd, 2008 by susianti

I have no clue at all why I love this song very much. The words are so deep. Reminds me of something which is happening in my life lately. I just got to deal with some people with different idea about "saying a words". I could do much about it because I respect those around me as much as they respected me for shake.

"Say" by John Mayer…

Take all of your wasted honor
Every little past frustration
Take all of your so-called problems,
Better put ‘em in quotations

Say what you need to say [x8]

Walking like a one man army
Fighting with the shadows in your head
Living out the same old moment
Knowing you’d be better off instead,
If you only could . . .

Say what you need to say [x8]

Have no fear for giving in
Have no fear for giving over
You’d better know that in the end
Its better to say too much
Then never say what you need to say again

Even if your hands are shaking
And your faith is broken
Even as the eyes are closing
Do it with a heart wide open

Say what you need to say [x24]

PHFIUHHHH TOUGH…

May 6th, 2008 by susianti

Time flies. I would reach my 30’s soon by December this year. I know, it takes another six months but it can be considered that I have reached this age already. I am a bit petrified. Not that I petrified of getting older as it is naturally happened to all human being but there is biggest issue which will take some of my attention before I reach this lovely number of age.

Yep, I haven’t decided yet whether I should live in Indonesia or Aussie. I got to give the answer anytime soon within this years. I come to the conclusion that I should take in my permanent resident first, then I could decide whether it is good choices or not. Living in Aussie is nice – Perth in particular. It takes few hours from Jakarta to Perth or less to Surabaya where my mom spends most of her precious life lately.

Mom is willingly let me choose where is the best place I love the most. Frankly, I am very happy to have such a loving and caring family like mine. My parent is always been let me be myself. They have never been pushed their “will” or their “ambition” over me. They once told me that they are happy enough to have me, feed me, and taught me how to live my life correctly without losing my path. They were full of respect to who I am. My parent believes that their “job” is to keeping me safe, having well enough education, so I would be able to define which one is right and which one is wrong. They do let me freely living my life to the fullest as they told me that every single act is having its consequences.

My parent trust over me is the key of my life now. I am scared to let them down. I have my own freedom to be myself both in physically or mentally. I really thanked to have them and have risen me up through that way.

Yes, I guess I got to live there. I need to finalize my business here in Jakarta. Once it is settled, I would have a good and well trusted person to take care of this business. I hope it goes well as planned. But if it doesn’t – I believe that God would give me better way to solve it.

Kidult - Orang Dewasa Yang Kekanak - kanakan

March 19th, 2008 by susianti

Udah pada baca FEMINA edisi 6 – 12 Maret, 2008 belum? ada artikel menarik mengenai fenomena kidult. Seru deh, dan rasa – rasanya ini udah biasa banget buat orang Indonesia, secara emang dari sono nya udah di didik seperti itu. Pengen tahu lengkapnya? di jamin jadi malu sendiri kalau masuk kategori Kidult heheheh (kidding!). You will have to make any conclusion for what you have been doing after all. Seru sih buat nambah wawasan ajah..kalau ada yang merasa jadi kidult, ya nda perlu malu ato sakit hati..kalau merasa kidult tapi pura – pura nda mau di kategorikan kidult, ya sudah nda apa – apa. Lha wong ini cuma artikel yang layak di baca kok..

MENCARI RASA AMAN

Mengintip situs WIKIPEDIA, istilah kidult (dari kata KID dan ADULT) pertama kali muncul pada decade 80-an. Di perkenalkan oleh psikolog kondang Amrik Jim Ward Nichols dari Stevens Institute of Technology. Kidult adalah sebutan bagi orang – orang usia 20 tahun ke atas yang masih enjoy menikmati budaya kanak – kanak, atau remaja belasan, baik secara fisik/ penampilan, gaya hidup, maupun pemikiran, yang sesungguhnya tidak cocok lagi bagi usia mereka.

Ada banyak contoh yang bisa di kategorikan kidult. Misal, wanita umur 32 tahun yang masih senang pakai blus berenda – renda dengan pita warna pink atau pria umur 35 tahun yang masih gemar meluangkan waktunya main play station, sampai para pacar atau istri geregetan (ngakak!), atau bagi mereka yang “takut” menikah hanya karena enggan memikul tanggung jawab besar, kalaupun sudah menikah, mereka tetap menggantungkan hidup pada orang tua. Singkat kata, mereka adalah orang – orang yang “menolak jadi dewasa karena tidak mau kehilangan zona aman sebagai anak – anak, yang biasanya tidak menuntut tanggung jawab besar.

Surat kabar The New York Times edisi 31 Agustus 2003 pernah memuat tulisan investigative makin maraknya fenomena kidult di Amerika, soalnya di Amerika sendiri “tradisi” keluar rumah sesudah mereka bekerja bahkan masih kuliah adalah hal biasa, jika kemudian hari ada fenomena “tinggal bersama” orang tua, meskipun bisa di bilang sudah bekerja mapan, atau kuliah sambil bekerja, pastilah jadi hal yang luar biasa bagi masyarakat Amerika. Sedangkan di Australia menurut ahli kependudukan Bernard Salt, fenomena kidult mulai menjakiti mereka yang berumur 25 tahun ke atas. Mereka menunda pernikahan, menunda punya anak, menunda membeli rumah, lebih memilih keliling dunia ketimbang hidup mapan, memperlakukan karier dan relationship sebagai ajang coba – coba, membelanjakan uang seolah dunia mau kiamat. Fenomena kidult sebenarnya sudah ada di awal tahun 60 an, namun 10 tahun belakangan ini mengalami peningkatan luar biasa. Dalam situs Med Magazine, banyak nama – nama untuk orang kidult, antara lain middlescent, middle-youth, adultscent, peterpans, dan grups

( singakatan dari grow – ups).

Nah, pengaruh terbesar sampai terjadinya fenomena kidult di negara – negara maju tersebut, kebanyakan di akibatkan oleh kondisi perekonomian yang mapan (bagi generasi orang tua mereka), lapangan kerja yang makin kompetitif (bagi kaum muda),  harga – harga yang makin mahal, hingga gaya hidup yang makin hidonistis. Alhasil, orang tua sering di jadikan “bank pribadi” bagi anak – anak mereka yang merasa “kurang beruntung”

PERAN KELUARGA BESAR

Lha terus bagaimana di Indonesia sendiri? menurut sosiolog V. Sundari Handoko, fenomena kidult bisa saja terjadi di Indonesia meski belum ada penelitian khusus. Tapi, budaya di Indonesia sejak dulu hingga sekarang berlaku extended family (keluarga besar), dengan karakeristik komunal dan memiliki ikatan emosional tinggi satu sama lain. Dalam ikatan ini, ada kewajiban saling membantu, dan karena biasanya orang tua yang lebih mapan baik secara ekonomi maupun pengalaman, maka orang tualah yang paling sering membantu anak – anaknya (meski sudah dewasa, bahkan menikah dan memiliki penghasilan sendiri). Ironisnya, disisi lain, sebagai keluarga besar (misalnya trah atau marga) mereka juga saling berkompetisi, alhasil kalau ada salah seorang anak yang terlibat kesulitan, sebisa mungkin orang tua membantu, kalau anak di biarkan gagal, hal itu bisa menjadi aib di mata keluarga besar.

Jadi, kalaupun di Indonesia ada fenomena kidult, penyebab utama adalah karena ketidak mandirian dan kemanjaan si anak.

Meski sekarang banyak orang tua yang “berani” melepas anak – anaknya untuk sekolah ke luar negri atau luar kota, hal ini tidak berarti membuat si anak mandiri. Tak jarang orang tua menyediakan rumah kontrakan lengkap dengan pembantu, uang mingguan, kalau perlu di telpon tiga kali sehari. 

Ini beda sama penduduk desa atau daerah. Mereka petarung sejati, tidak saja merantau ke luar daerah, bahkan ke luar negri menjadi TKI. Dari mereka, bisa menghasilkan remittance hingga milyaran rupiah. Sebaliknya orang kota yang menganggap “lebih” di banding orang daerah, sering kali mempunyai anak – anak yang tumbuh menjadi kidult. Karena, atas nama cinta dan kehormatan keluarga, orang tua selalu siap membantu setiap kali anak – anaknya mendapat kesulitan hidup dalam menghadapi kerasnya hidup.

Lantas bagaimana bisa tumbuh menjadi kidult?

Lusia Ratrining Sari mengupas dari sudut teori psikologi. Menurut dia, perjalanan hidup manusia di bagi dalam beberapa kelompok, dan setiap kelompok umur memiliki tugas perkembangan sendiri. Dari masa bayi, remaja, hingga dewasa. Pada orang kidult, sifat kekanak – kanakan harusnya sudah selesai dan ternyata masih berlangsung. Baik dari penampilan, emosional, kepribadian, dan pola pikir. Mereka selalu membutuhkan orang lain (bahkan orang tua) dalam mengambil keputusan, kalau kemauannya di tolak langsung ngambek, ngomel, atau malah balik menyerang, enggan memikul tanggung jawab yang besar dan sebagainya.

Lusi juga menambahkan, kalau kidult tidak ada hubungannya dengan inteligensi seseorang. Banyak juga kidult yang cerdas, mempunyai pekerjaan mapan, dan karier cemerlang. Tak jarang, justru mereka bisa membuat argumen – argumen pembenaran atau rasionalisasi bagi sifat kekanakannya.

Perangai kidult juga di sebabkan berbagai faktor seperti pola asuh orang tua, pengaruh lingkungan, trauma masa lalu, struktur dasar kepribadian orang itu sendiri, bahkan semuanya. Namun tak dapat di sangkal, pola asuh orang tualah yang berperan besar. Setiap orang tua (bahkan hewan) punya naluri untuk melindungi anak – anaknya dari marabahaya atau kesulitan. Apalagi, di Indonesia dimana ikatan kekeluargaan masih relative kuat, rasanya sering sekali kita dengar orang tua mengatakan “untuk apa lagi sih, kita mencari uang kalau bukan untuk anak”

Di lain pihak, tak sedikit orang tua yang ingin tetap merasa berarti buat anak – anaknya meski mereka sudah dewasa dan berkeluarga dengan tetap mengulurkan bantuan buat anak – anaknya. Dengan kata lain, tanpa sadar mereka terus menciptakan ketergantuangan pada si anak.

Celakanya, tak sedikit juga orang tua yang semasa mudanya adalah “petarung hidup”, justru tidak mau mewariskan jiwa petarungnya kepada anak – anak mereka dengan alasan “biarlah kami saja yang mengalami kepahitan hidup. Anak – anak jangan sampai mengalaminya juga” yang akhirnya justru melahirkan anak – anak kidult.

Padahal, yang tak kalah penting untuk di ingat, segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang abadi. Orang tua bisa sewaktu – waktu meninggal, dan harta bisa ludes dalam sekejap. Pada saat – saat itulah kemandirian seseorang baik secara phisik maupun emosional menjadi berperan.

So, which one are you?

Titik Balik

March 4th, 2008 by susianti

Jadi begini ceritanya…

Rasanya kok sudah capek, malas, dll tiap kali aku bangun tidur untuk berangkat kerja. Habis gimana, bosan banget…bukannya ga bersyukur sudah dapat pekerjaan bagus, posisi bagus, dan gaji juga lebih dari cukup (at least buat aku sendiri). Jenuh..banget. Waktu itu aku umur 28 th dan posisiku di perusahaan itu lumayan tinggi, tapi sepertinya jiwaku udah ga di situ lagi..udah di ubun2, pengen melakukan sesuatu yang beda. Jadi, aku memutuskan keluar dari tempat kerja dan mulai fokus ke usaha yang aku rintis 1,5 tahun lalu. Aku nekat seh sebenarnya, hitungannya masih nol, kosong, ato blank. Lha wong dunianya beda banget, dari hospitality ke chemical! mana nyambung kan. Eniwei, gw jalani sambil belajar ini itu. Semua aku kerjakan sendiri, mulai dari marketing, ngatur operational, finance, demo, dealing, sampai close deal. Cape dan stres juga kadang-kadang. Tapi gimana lagi, ini sudah jadi keputusanku. Pikirku, kalau aku ga coba dari sekarang, kapan lagi? kalaupun gagal, aku bisa tahu gagalnya kira2 dimana, siapa tahu ini hal terbaik buat hidupku. I never know what would happen next, dying to try ajah dah.

Terus terang, pengalaman masa lalu sangat membantuku bisa jadi seperti ini. Someday, jika seandainya aku bisa menjadi "seseorang" di usia relatif muda, sebabnya cuma satu "aku memulai lebih awal" itu ajah sih. Sementara temen2 yang lain juga bisa kok sukses suatu saat nanti. Karena sukses dan kebahagiaan kan hak setiap orang, tinggal bagaimana orang tersebut menjalani hidup dan mengartikan kata bahagia itu sendiri. 

Terus terang aku masih jauh dari sukses, tapi aku jalani apa yang ada sekarang dengan rasa syukur dan iklas, dalam artian menyerahkan segala sesuatunya ke tangan Tuhan, tapi tetap berusaha yang terbaik buat diri sendiri, keluarga, teman, dan tentu saja pacar hahahaha.

Buatku, hidup kan proses belajar, dan belajar dari pengalaman diri sendiri maupun dari orang lain adalah ilmu yang tidak bisa di dapat dari bangku sekolah manapun. Aku ga mau jadi orang yang smart on the book only. Aku juga berusaha selalu berpikir positive. Soalnya aku juga ga mau hidup menebak -nebak masa depan. Pasti ga akan tenang, iklas dan pasrah pada kehendak Allah saja. Contohnya neh…pasti ga akan nyaman kalau tiap hari kita mikir…"jika punya mobil mewah, hidupku enak kali ya" atau "Jika aku punya rumah mewah, duit banyak, suami cakep pasti hidupku tenang". Duh siapa seh yang ga pengen, tapi ya itu tadi..ini bukan jaminan..yang ada capek menebak2.

Aku pernah baca buku bagus, isinya soal virus affluenza - bukan virus pilek itu ya..ini virus kebahagiaan. Virus ini ga hanya menyerang kaum berada, tapi juga ke orang miskin. Siapapun bisa di serang virus ini dalam bentuk berbeda2. Orang kaya atau miskin tidak akan merasa bahagia jika di ganggu perasaan iri, cemburu, julas, dan menang sendiri. Salah satu cara menghindari virus ini adalah sikap atau metode iklas. Di dalam diri kita ada dua zona - zona nafsu dan zona iklas. Zona nafsu adalah wilayah hati yang di penuhi berbagai keinginan namun menyesakkan. Zona ini diliputi energi rendah, perasaan negatif, cemas, takut, keluh kesah, dan amarah bertubi2. Adapun zona iklas adalah zona bebas hambatan. Energi yang menyelimuti sona ini iklas adalah perasaan positif, rasa syukur, dan bahagia.

Yeah, aku seperti halnya manusia yang lain,jauh dari sempurna.. tapi ya itu tadi, buat aku hidup itu adalah pembelajaran, dan tidak ada kata terlambat untuk belajar..

05.03.2008

Girl’s Story

February 29th, 2008 by susianti

This is story of the girl next door. She let herself be carried away by fantasies of a future very different from the life she was living now, in which she and her dream were free to live her life in broad day light where she had no one to answer to but herself. It could happen she thought. It had to because she wasn’t sure she could keep living like this for very much longer.

She was once having unbearable pain for being abandoned by choice because she couldn’t stand for being such a bother to someone closed to her. Then she let herself drown deep into sadness for little while. She kept asking why it is happened to her while she did everything she could to keep her precious thing on the right path.

Then she deliberately pulled out of her will. She had enough. Time flies she thought. She got to do something for her life. She didn’t blame anyone or anything even she believed that something must have caused it. She ditched, and she took it as great experience for life time.

Just another story

February 1st, 2008 by susianti

01 February, 2008

The sun is deliberately hidden somewhere while raining has not been stopped since last night. I sat on my chair and kept wondering about my life.. I have been through up and down, quite gullible at time only and keep searching what is suit best on me. I cant hope much but always do everything at my best.

However, I have learnt one thing in this life. S’times I should let it go, keep it, or even regret it.

There was time when I could not do anything. I was defeated by the conditions. I was so damn sad while kept wondering why is it happened to me?

Am I doing wrong? what is that? can anybody tell me where is my mistake? so I can fix it up or even make it up better?

Or may be God has another plan (just like other has told me) arrggggggggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

Hell, I dont know

Sekedar Sharing ttg Global Warming…

December 12th, 2007 by susianti

Sekedar sharing aja… Stop Global Warming! Help Us… Help You! Tadi pagi gw nonton Oprah di MetroTV. This is what Indonesia should watch and learn… jangan nonton sinetron mulu buuu! DO YOU KNOW THAT …..

1. Ngga’ menancapkan colokan listrik walopun ketika alat elektronik itu dimatikan = menghemat 40-50% biaya listrik yang harus anda bayarkan tiap bulannya…. Dan berarti pula, mengurangi panas yang timbul dari alat elektronik yang merembet ke pemanasan global.

2. Kantong plastik butuh waktu 1000 tahun untuk terurai di TPA(tempat pembuangan akhir). Sekitar 300 juta buah kantong plastik dibuang tiap tahunnya di Indonesia. Belum lagi yang dibuang di sungai belakang rumah dan tempat2 yang tidak semestinya. Dan 10kg kertas koran yang siap di jual loakan… itu membutuhkan 1 pohon yang butuh waktu 10 taon untuk jadi besar. Bayangkan yang terjadi dengan ilegal logging… how many trees has been cutdown for you? Imagine how they make the world hotter?

3. Ketika kamu membeli 1 liter air mineral di supermarket = beli 5 liter air. Tanya kenapa? Karena di pabrik, untuk mendinginkan botol plastik panas yang baru dicetak, membutuhkan 5 liter air… cck cck cck… Kode botol apa yang aman digunakan sebagai botol air? Lihat tanda dibawah botol, cari nomor 2,3 atau 4…. selain nomor2 itu… they’re not safe, karena sama aja kamu makan plastik!!!!

4. Tisue yang uda di pakai itu ngga bisa di recycle… begitu juga karton2 yang bekas kena minyak, makanan, kue, minuman… They’re only a waste… yang mau ngga mau tanahlah yang harus merecycle. Perkiraan orang memakai tisue 6 biji sehari. 2.200 biji setaun. Berarti kira2 44 MILIAR biji seluruh Indonesia setaun… Kalau kita menghemat 1 lembar ajah tiap hari… berarti kita mengurangi sampah kertas sebanyak 7 MILIIAR biji setaon… HEBAT KAN?

5. Be Green on ATM? Kalo di BCA kan ada yang ambil duit ngga pake receipt… atau be smart dong… Transfer lewat Internet banking ato mobile banking…. 8 MILIAR kali transaksi di ATM yang mengeluarkan kertas receipt tiap taun adalah salah satu sumber sampah terbesar di dunia. Kalau selama setaon orang transaksi ngga pake kertas receipt, itu akan menghemat satu roll besar kertas yang bisa buat melingkari garis equator sampe 15 kali… ccck ccck

6. Minimal punya 2 macam tempat sampah dirumah, membantu mengurangi polusi air, udara dan tanah. Pisahkan sampah basah (sisa makanan dan masakan, daun, minuman) dan sampah kering ( botol, plastik, kertas, kaca) Lebih baik lagi untuk memisahkan sampah menurut 4 kelas : Plastik ( pembungkus makanan, kantong kresek, kantong belanjaan) Rumah tangga ( tulang ayam, sisa capcay, makanan basi) Kertas (Pembungkus gorengan, popok bayi, tisue yang sudah dipakai) Buku bekas catatan, kertas2 tagihan, koran, kertas iklan… disendirikan untuk dijual Logam (kaleng susu, kaleng makanan) dan kaca. Hanya butuh waktu 2 bulan untuk menjadikan sampah rumah tangga menjadi kompos yang bisa dipakai lagi untuk pupuk tanaman…

7. Polar Bear / Beruang kutub ngga bisa berenang… tapi karena global warming di Kutub Utara, mereka harus berenang 30km untuk mencari es tempat berteduh. Watch DISCOVERY CHANNEL : PLANET EARTH… pasti nangis deh ngeliat perjuangan seekor beruang kutub yang akhirnya mati karena kelelahan mencari daratan. Is that the world you will leave for your children? And there are so much more knowledge I’ve received from Oprah’s episode this morning, tapi ngga sempet gw rangkum semua… baca aja ke www.oprah.com Yang penting be smart for the sake of ourselves! Save the world, save our lifes, save our children!